Teknologi transmisi Automatic, Konvensional, CVT dan Dual Clutch

automatoc trans

Seiring dengan kebutuhan konsumen akan roda 4 semakin banyak, juga populasi roda 4 juga akan semakin banyak, ini mengakibatkan kondisi jalan yang semakin padat. Kondisi seperti ini mengakibatkan banyak konsumen sekarang yang ingin kendaraannya bertransmisi otomatis.

Karena kemajuan teknologi di bidang otomotif, kini transmisi otomatis juga menjadi banyak pilihan. Kalau awalnya kita hanya mengenal transmisi otomatis dengan torque converter dan planetary gear, kini transmisi otomatis juga ada yang menggunakan teknologi cvt dan dual clutch. Masing memiliki kelebihan dan kekurangnnya, demikian juga yang akan dirasakan oleh pengemudi saan berkendara.

Kalau dilihat dalam interior tidak akan terlelu berbeda, karena ketiganya memiliki huruf2 yang hamper sama, P – R – N – D – L – 2.. tapi ternyeta sangat berbeda dalam penerapannya dan saat perpindahan gigi juga sangat berbeda.

Mari kita bahas untuk masing2nya.

  1. Transmisi menggunakan torque converter

Kita mulai dengan transmisi otomatis ang menggunakan torque converter. Transmisi ini memiliki komponen utama yaitu planetary gear dan hydraulic control unit. Unit ini bekerja sesiau dengan pressure dari torque converter, kapan ia harus pindah gigi. Bisa dilihat pada artikel ini. Perpindahan gear pada transmisi ini masih terasa, jadi seperti berkendara manual namun pindah gigi dengan otomatis karena memiliki apa yang namanya kickdown. transmisi ini lebih berat dari pada transmisi cvt, namun lebih ringan dari transmisi dualclutch. Untuk perawatan, transmisi ini cenderung lebih mudah dibandingkan cvt ataupun dual clutch.

Contoh mobil yang masih menggunakan transmisi jenis ini atalah Toyota yaris, Suzuki ertiga, Chevrolet spin dan masih banyak lagi..

 

  1. CVT (Continously Variable Transmission)

Kali ini kita akan membahas sedikit mengenai transmisi cvt, karena untuk detailnya bisa baca artikel ini.

Karena cvt ini menggunakan belt atau sabuk untuk mengatur gear ratio, maka perpindahan gigi tidak terasa, seperti halnya menggunakan motor matic. Memang begitu karena tdak ada roda gigi atau differential ratio untuk berbagai percepatan. Sabuk ini digerakan dam menggerakan 2 buah puli yang akan membesar/ mengecil sesuai dengan kecepatan. Karena tidak ada gigi, maka percepatan pada transmisi ini pun bisa dibuat tanpa batasan, ada kendaraan yang di sematkan mode manualuntuk cvtnya, bisa saja jadi scara electronic akan menjaga besar/kecilnya puli sesuai dengan tingkat kecepatan.

 

Kelebihan transmisi cvt ini adalah perpndahan yang sangat halus dari kecepatan rendah hingga kecepatan tinggi. Ini karena tidak adahendatan saat perpindahan gigi seperti pada transmisi automatic konvensional. Namun kekurangannya adalah, transmisi cvt ini tidak se sresponsif trnamisi automatic konvensional, tenaga dari mesin sering terjadi slip pada sabuk yang menggerakan puli tsb. Karenanya jarang mesin bertenaga besar diatas 2000cc yang menggunakan transmisi cvt ini.

CVT ini digunakan pada hamper semua motor matic yang beredar di Indonesia, dan untuk mobil bisa dijumpai pada Honda Jazz, Mobilio, Suzuki Swift Sprot Toyota Alphard / Velvire dan lainnya. Pemegang patent untuk teknologi cvt ini adalah Subaru/

  1. Transmisi dual clutch

Ini dia teknologi transmisi otomatis yang paling baru yaitu dual clutch. Di dalam transmisi ini terdapat 2 cluck set seperti pada transmisi otomatis koncensional yang akan menahan helical gear set yang akan berubah sesuai tingkat kecepatan.


Kelebihan transmisi dual clutch adalah bisa melakukan perpindahan gigi dengan sangat cepat dan halus, contohnya Ferrari F430 ScuderiKelebihan transmisi iniadalah perpindahan yang sangat cepat namun sangat halus. Juga transmisi ini ang diliai paling responsive. Karenanya banyak mobil sport yang menggunak transmisi teknologi ini.

Kekurangan transmisi ini adalah kontruksiinya yang sangat rumik dan bobotnya yang leolng berat diantara transmisi cvt dan konvensional.

Contoh mobil yang menggunakan transmisi dual clutch adalah  Ford EcoSport, Mitsubishi Lancer Evoluton X, Nissan GT-R, Porsche 911, Lamborghini Huracan, BMW M series, VW Golf GTi dan lain-lain. Pemegang mayoritas hak paten atas teknologi transmisi kopling ganda adalah Volkswagen dari Jerman.

Demikian perbedaan dan kelebihan serta kekurangan dari ketiga transmisi otomatis yang di bahas. Namun semua kembali kepada konsumen, ingin seperti apa karakter mengemudinya,

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read previous post:
Wisata Kuliner Malam di Tangerang yang Memanjakan Lidah

Wisata kuliner malam di Tangerang salah satunya bisa ditemui di BSD (sebutan untuk kawasan Bumi Serpong Damai). Tempat ini memiliki...

Close